![]() |
| Suasana dingin Rumah Tahanan Manado menjadi saksi curahan hati Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Kalangit(foto istimewa) |
MANADO, Fokuslinenews.com — Suasana dingin Rumah Tahanan Manado menjadi saksi curahan hati Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Kalangit, yang kini menghadapi proses hukum dalam kasus dugaan kerugian negara penyaluran bantuan bencana Gunung Ruang. Lewat pesan terbuka yang ditulisnya, Chyntia mempertanyakan dasar hukum penetapan dirinya sebagai tersangka.
Pesan tersebut ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Jaksa Agung, Ketua Komisi III DPR RI, hingga Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Dalam surat itu, ia mengaku merasa nama baik dan pengabdiannya selama memimpin daerah telah runtuh akibat tuduhan kerugian negara sebesar Rp22,5 miliar.
Menurut Chyntia, angka kerugian negara yang digunakan dalam proses penyidikan disebut hanya bersumber dari audit internal. Ia menilai hal tersebut menimbulkan pertanyaan besar karena bukan berasal dari audit lembaga resmi negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Saya terus bertanya dalam hati, apakah itu sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku?” tulis Chyntia dalam pesannya dari balik rutan.
Ia mengatakan dirinya tidak pernah berniat melawan proses hukum. Namun, sebagai warga negara sekaligus kepala daerah, ia merasa berhak memperoleh penjelasan yang terang mengenai dasar penetapan tersangka terhadap dirinya.
Chyntia juga mengaku sempat mencoba meminta penjelasan kepada penyidik mengenai mekanisme penyidikan serta dasar hukum yang digunakan. Akan tetapi, menurutnya, jawaban yang diterima justru tidak memberikan kepastian.
Dalam surat itu, ia menegaskan bantuan untuk korban erupsi Gunung Ruang tidak pernah masuk ke rekening pribadinya. Seluruh bantuan, kata dia, disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak bencana.
Ia kemudian mempertanyakan apakah seorang kepala daerah yang bekerja di tengah situasi darurat bencana dapat langsung dianggap bersalah hanya karena adanya audit internal yang legalitasnya masih diperdebatkan.
“Saya hanyalah seorang ibu yang hari ini duduk di balik jeruji,” tulisnya lagi, menggambarkan situasi batin yang sedang dihadapinya selama menjalani penahanan.
Di akhir pesannya, Chyntia menegaskan dirinya tetap percaya hukum harus ditegakkan. Namun ia berharap proses hukum berjalan secara adil, transparan, dan memiliki dasar hukum yang jelas agar tidak menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat maupun pejabat publik lainnya.Red//C.R

0 comentários:
Posting Komentar