Sangihe Fokuslinenews -Gergerak cepat menyalurkan bantuan Bahan Pokok (Bapok) bagi warga yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR).
Pendistribusian logistik ini difokuskan di tiga pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Filipina.
Logistik kemanusiaan tersebut diangkut menggunakan Kapal Tol Laut Sabuk Nusantara (SaNus) 95, yang bertolak dari Pelabuhan Nusantara Tahuna pada Rabu (10/6/26) pukul 22.00 WITA. Adapun rute pelayaran darurat ini menyasar tiga titik kepulauan terdampak, yakni Pulau Kawio, Pulau Marore, dan Pulau Matutuang.
Misi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, dengan didampingi jajaran pimpinan Forkopimda Sangihe, para kepala Organisasi Perangkat Daerah, serta puluhan relawan tanggap bencana.
“Langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah daerah adalah membawa langsung bantuan dengan jumlah yang cukup besar kepada warga yang terdampak gempa. Kami memastikan seluruh bantuan akan didistribusikan secara merata berdasarkan data yang ada di lapangan,” ujar Kepala Bagian Prokopimda Setda Sangihe, Maya Simajuntak Budiman.
Kapal SaNus 95 diperkirakan bersandar di dermaga Pulau Kawio pada Kamis (11/6/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WITA. Setibanya di lokasi, rombongan pemerintah daerah telah menyusun serangkaian agenda penanganan darurat, nantinya Bupati bersama rombongan dijadwalkan langsung menemui dan berdialog dengan warga yang saat ini berada di posko-posko penampungan darurat, kemudian Meninjau secara langsung tingkat kerusakan rumah-rumah warga serta fasilitas umum pascaguncangan gempa yang terjadi pada Senin, 8 Juni lalu, dan Dinas Kesehatan menyiagakan tim medis khusus di atas kapal untuk memberikan pengobatan langsung bagi warga yang mulai terserang penyakit atau mengalami trauma pasca bencana.
Maya Simajuntak Budiman menambahkan, volume bantuan sandang dan pangan yang disalurkan ini akan terus disesuaikan secara dinamis mengikuti pemutakhiran data korban yang terus berkembang dari posko utama.
Tidak hanya mengandalkan armada Tol Laut daerah, penanganan bencana di perbatasan utara Indonesia ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan provinsi.
Nantinya, pasokan bantuan susulan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dijadwalkan segera dikirim menuju ketiga pulau perbatasan tersebut dengan menggunakan kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Selar. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi fisik dan psikologis warga di beranda depan NKRI. (dys)

0 comentários:
Posting Komentar