MANADO,FokuslineNew– Menjawab keresahan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Polda Sulawesi Utara (Sulut) mengambil langkah cepat. Bersama Komisi II DPRD Sulut, Hiswana Migas, dan Pertamina, pihak kepolisian akan menggelar operasi gabungan mulai pekan depan untuk memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi.
Keputusan strategis ini lahir dari rapat koordinasi (rakor) lintas instansi yang diinisiasi oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut di Manado, Selasa (9/6/2026).
Dirreskrimsus Polda Sulut, Kombes Pol FX Winardi Prabowo, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor dan pengawasan dari masyarakat sangat dibutuhkan agar BBM subsidi tepat sasaran.
"Kami berharap melalui peningkatan pengawasan yang melibatkan seluruh stakeholder dan masyarakat, distribusi BBM dapat tersalurkan kepada pihak yang benar-benar berhak," ujar Kombes Pol Winardi usai rakor.
Langkah tegas ini mendapat dukungan penuh dari parlemen. Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulut, Pricylia Rondo, menyatakan pihaknya akan mengawal ketat hasil rekomendasi rakor ini selama dua pekan ke depan.
Pricylia juga memuji komitmen kepolisian yang berjanji akan menindak tegas para pelanggar tanpa pandang bulu.
"Siapa pun yang terbukti melanggar akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada perbedaan perlakuan berdasarkan kelompok atau kepentingan tertentu," tegas Pricylia.(LN)
0 comentários:
Posting Komentar