MANADO,FokuslineNews — Kondisi udara di beberapa wilayah Sulawesi Utara (Sulut) yang mulai diselimuti kabut asap mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut mendesak instansi berwenang segera bergerak cepat guna memitigasi dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Sulut, Amir Liputo, menegaskan bahwa keselamatan warga harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Ia mengingatkan pentingnya langkah antisipatif, mengingat paparan asap pekat yang terjadi secara terus-menerus berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.
"Keselamatan warga adalah yang utama. Jika udara mulai dipenuhi asap, masyarakat diimbau lebih waspada, mengenakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar, serta mengurangi kegiatan fisik berat sampai kondisi benar-benar membaik," ujar Amir.
Menurutnya, penanganan masalah ini tidak bisa dibebankan pada satu sektor saja, melainkan membutuhkan koordinasi terpadu antarinstansi. Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga pemerintah kabupaten/kota diminta segera bersinergi.
Langkah taktis di lapangan perlu langsung digerakkan untuk memastikan sumber dan penyebab asap. Jika terbukti berasal dari kebakaran hutan atau lahan (karhutla), penanganan titik api wajib dilakukan dengan cepat disertai pengawasan ketat di kawasan-kawasan rawan.
Selain itu, DPRD Sulut mendorong pemerintah daerah agar transparan dalam menyampaikan informasi berkala mengenai indeks kualitas udara kepada publik. Transparansi ini dinilai penting agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi diri dan keluarga, terutama anak-anak, lansia, serta warga dengan riwayat penyakit pernapasan.
Melalui fungsi pengawasan yang dimiliki, DPRD Sulut memastikan akan terus mengawal penanganan masalah ini agar tidak berhenti sebatas imbauan, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.(LN)

0 comentários:
Posting Komentar