Sangihe,FokuslineNews - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Kepulauan Sangihe terus mengawal realisasi program bantuan stimulan perumahan yang dikerjakan oleh pihak Balai Kementerian PUPR. Hingga saat ini, progres pembangunan di lapangan menunjukkan dinamika yang bervariasi akibat sejumlah kendala teknis dan non-teknis.
Kepala Disperkim Sangihe, Drs. Danny Mandak, M.E., menjelaskan bahwa untuk tahap pertama, alokasi bantuan menyasar 100 unit rumah yang tersebar di 6 kampung. Namun, kecepatan pembangunan di tiap wilayah tidak sama.
"Sebagai contoh di Kampung Tariang Lama, dari total unit yang ada, sebanyak 7 penerima bantuan progresnya sudah mencapai 95 persen. Namun, ada 2 penerima yang baru mencapai 29 persen, dan 3 penerima bahkan masih 0 persen," ujar Danny saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/10/26).
Menurut Danny, belum jalannya pembangunan bagi beberapa warga di Tariang Lama disebabkan oleh kelangkaan tenaga kerja yang siap membangun serta kendala akses air bersih. Masalah serupa terkait air bersih juga dilaporkan terjadi di Kampung Talawid yang memiliki alokasi 38 unit.
Lebih lanjut, Danny memaparkan skema penyaluran bantuan senilai Rp20 juta per unit tersebut. Anggaran tersebut dibagi menjadi dua peruntukan, yakni Rp17,5 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah pekerja. Pengedropan bahan bangunan dilakukan secara bertahap oleh pihak balai. Setelah droping tahap pertama senilai Rp8 jutaan selesai dan diaplikasikan, barulah material tahap kedua dikirimkan.
Selain kendala teknis, persoalan internal keluarga dan sengketa lahan juga memicu perubahan data penerima. Di Kampung Kalinda, terdapat pengalihan penerima bantuan karena ketidaksiapan akibat masalah tanah keluarga. Saat ini, pihak fasilitator sedang menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) pengganti untuk usulan tersebut.
Sementara itu, untuk program tahap kedua yang mencakup 200 unit rumah di 7 kampung, tercatat ada 4 penerima yang resmi mengundurkan diri. Masalah ketersediaan lahan dan izin internal keluarga kembali menjadi pemicu utama. Rincian penerima yang mundur meliputi 2 orang dari Kampung Mohong Sawang yang membuat kuota berkurang dari 56 menjadi 54 unit, 1 orang dari Kampung Kendahe I sehingga kuota menjadi 7 unit, dan 1 orang dari Kampung Lipang.
Dengan adanya perubahan tersebut, sebaran final untuk realisasi 200 unit rumah pada tahap kedua kini dialokasikan ke beberapa wilayah. Di antaranya adalah Kampung Mohong Sawang sebanyak 54 penerima, Kampung Kendahe II sebanyak 40 penerima, Kampung Pempalaraeng sebanyak 39 penerima, Kampung Lipang sebanyak 35 penerima, Kampung Talawid sebanyak 16 penerima, Kampung Kendahe I sebanyak 7 penerima, serta Kampung Tariang Lama sebanyak 2 penerima.
"Saat ini untuk tahap kedua tinggal menunggu proses pemilihan toko terbuka yang dilakukan secara mandiri oleh fasilitator bersama pihak balai," tambah Danny.
Danny menegaskan bahwa posisi Disperkim Sangihe dalam proyek ini bertindak sebagai pengawas dan pemantau aktif guna memastikan program berjalan tepat sasaran. Seluruh pengerjaan teknis, administrasi, hingga penyusunan berita acara pengalihan lahan sepenuhnya ditangani oleh tim fasilitator dan pihak Balai Kementerian.
Meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika di lapangan, Disperkim Sangihe tetap optimis target pembangunan fisik dapat tercapai pada Desember mendatang. Terlebih, usulan total yang masuk ke kementerian mencapai 622 unit, yang realisasinya akan dikucurkan secara bertahap sesuai kebijakan anggaran pusat. Kuncinya (dys)

0 comentários:
Posting Komentar