Sangihe,Fokuslinenews — Pengerjaan proyek pemasangan jaringan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sepanjang Jalan Boulevard Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menuai sorotan tajam. Proyek strategis bernilai Rp9.489.000.000,00 yang didanai APBN 2026 ini dituding mengabaikan keselamatan publik akibat bekas galian tanah yang dibiarkan terbuka tanpa penanganan lanjutan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik bekas galian di bahu Jalan sepanjang Boulevard belum dicor maupun diaspal kembali. Kondisi lubang yang menganga ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di jalur tersebut.
Ironisnya, proyek vital di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Utara ini awalnya disambut baik oleh masyarakat. Pemasangan instalasi pipa berukuran 6 inci dan 4 inci sepanjang 3.187 meter dengan kedalaman 1,3 meter ini diproyeksikan menjadi solusi konkret mengatasi krisis dan gangguan pasokan air bersih yang menahun di Kota Tahuna. Namun, kelalaian kontraktor dalam menjaga aspek keselamatan kerja kini justru memicu keresahan baru dan memicu potensi kecelakaan lalu lintas.
Lemahnya fungsi kontrol di lapangan memicu kritik pedas dari warga setempat. Mereka menyayangkan minimnya pengawasan dari CV Rajawali Kreasi Consultant (KSO Aras) selaku konsultan pengawas, serta instansi terkait. Warga menilai, proyek dengan anggaran fantastis dan masa kontrak 360 hari kalender ini seharusnya dikerjakan dengan standar profesionalisme yang tinggi, termasuk dalam mitigasi risiko pasca-galian.
Masyarakat mendesak pihak pelaksana, CV Kapritarus, untuk segera merapikan dan menutup kembali bekas galian demi mencegah jatuhnya korban jiwa di sepanjang jalur Boulevard. Sesuai mekanisme, infrastruktur ini nantinya akan langsung diserahterimakan kepada pihak pengelola teknis daerah begitu seluruh pekerjaan rampung.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak kontraktor CV Kapritarus maupun konsultan pengawas CV Rajawali Kreasi Consultant terus dilakukan untuk mendapatkan klarifikasi resmi dan keberimbangan informasi. (Red)

0 comentários:
Posting Komentar