AMURANG,FokuslineNews– Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) baru saja merayakan tradisi kebanggaannya, Pengucapan Syukur, yang digelar serentak pada Minggu, 12 Juli 2026. Perayaan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud nyata syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus ruang untuk memperkokoh tali persaudaraan dan keharmonisan di Bumi Nyiur Melambai.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Perayaan yang Aman
Keberhasilan perayaan tahun ini tidak terlepas dari langkah antisipatif dan persiapan matang yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel. Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar masyarakat dapat merayakan momen ini dengan aman dan nyaman.
Dalam rapat koordinasi Forkopimda yang digelar awal Juli, berbagai aspek krusial telah dipetakan, mulai dari stabilitas keamanan, kelancaran arus lalu lintas, hingga ketersediaan kebutuhan pokok. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Bupati bersama unsur Forkopimda turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar 54 Amurang dan pangkalan LPG pada 10 Juli 2026.
"Sidak ini untuk memastikan stok aman dan harga tetap stabil. Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Pengucapan Syukur tanpa kendala, baik dari sisi ketersediaan barang maupun daya beli," ujar Bupati Franky Wongkar saat berdialog dengan para pedagang.
Khidmatnya Ibadah dan Kebersamaan di Amurang Timur
Puncak perayaan berlangsung dengan penuh sukacita. Bupati Minsel, Franky Donny Wongkar, didampingi Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P., dan Ketua TP-PKK Minsel Ny. Elsje Rosje Wongkar-Sumual, mengikuti ibadah syukur di Gereja GMIM Talitakum, Pondang, Kecamatan Amurang Timur.
Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Lucky Paulus Tumbelaka, M.Th., terasa semakin istimewa dengan kehadiran Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi simbol eratnya sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam menjaga fondasi iman serta kerukunan daerah.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan santap kasih di Pendopo Rumah Dinas Bupati, yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Suasana kekeluargaan yang terbangun di meja makan ini menjadi cerminan dari semangat torang samua basudara.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Selain dimensi religius dan sosial, tradisi Pengucapan Syukur di Minsel terbukti menjadi stimulus ekonomi yang kuat. Lonjakan mobilitas masyarakat selama perayaan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, sektor perdagangan, hingga jasa. Perputaran uang yang terjadi menjadi penggerak ekonomi mikro yang signifikan bagi wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.
Di akhir rangkaian perayaan, Bupati Franky Donny Wongkar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat, TNI/Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa yang telah bahu-membahu menyukseskan perayaan tahun ini.
"Terima kasih atas kerja sama dan kedewasaan masyarakat dalam menjaga ketertiban. Mari kita jadikan semangat syukur dan persatuan ini sebagai energi positif untuk terus membangun Minahasa Selatan yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan," tutup Bupati.
Perayaan Pengucapan Syukur 2026 telah usai, namun nilai-nilai gotong royong dan kerukunan yang terpancar di dalamnya diharapkan terus mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Minahasa Selatan.(Adve)










0 comentários:
Posting Komentar