Latest News
Kamis, 06 Agustus 2026
Dilihat 0 kali

Kepemilikan Saham Terancam Tergerus, BSG Minta Suntikan Modal Rp30 Miliar ke Pemprov Sulut



MANADO,FokuslineNews-Langkah memperkuat kendali daerah atas PT Bank SulutGo (BSG) kembali memanas di meja legislatif. Manajemen bank plat merah tersebut mengajukan usulan penyertaan modal sebesar Rp30 miliar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) dalam APBD 2027 demi membendung dilusi kepemilikan saham sekaligus mengejar kemandirian penuh operasional bank.

Dalam Rapat Kerja Pembahasan KUA-PPAS APBD 2027 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut pada Rabu (5/8/2026), jajaran Direksi BSG memaparkan bahwa posisi saham Pemprov Sulut telah tergerus dari 38 persen menjadi 36,63 persen. Penurunan porsi kepemilikan ini terjadi akibat agresivitas setoran modal dari sejumlah pemerintah daerah lain, seperti Pemprov Gorontalo, Pemkot Manado, Pemkot Tomohon, dan Pemkab Gorontalo Utara.

Selain mengamankan posisi pemegang saham pengendali, tambahan amunisi ini krusial untuk memenuhi ketentuan batas modal inti minimum sebesar Rp3 triliun. Hingga pertengahan 2026, modal inti BSG baru menyentuh Rp1,8 triliun—kondisi yang memaksa BSG masih menggantungkan diri pada skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama PT Mega Corpora.

"Jika modal inti sudah menembus Rp3 triliun, BSG dapat keluar dari skema KUB. Dengan demikian, kendali penuh bank daerah ini akan sepenuhnya kembali ke tangan pemerintah daerah," tegas Direktur Utama BSG, Revino Pepah.

Di balik kebutuhan tambahan permodalan, kinerja keuangan BSG sepanjang Semester I 2026 mencatatkan tren positif. Bank kebanggaan warga Nyiur Melambai ini optimistis mampu menyetorkan dividen sebesar Rp84 miliar hingga Rp85 miliar untuk Pemprov Sulut pada tahun 2027, atau tumbuh 5–6 persen secara tahunan (year-on-year).

Meski demikian, manajemen tak memungkiri adanya tantangan operasional. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) BSG tercatat mengalami kenaikan hingga ke posisi 3,9 persen.

Percakapan dengan Gemini

Berikut adalah draf berita media online yang dikemas dengan sudut pandang mendalam, struktur jurnalistik profesional, serta judul yang memikat:

Kepemilikan Saham Terancam Tergerus, BSG Minta Suntikan Modal Rp30 Miliar ke Pemprov Sulut

MANADO — Langkah memperkuat kendali daerah atas PT Bank SulutGo (BSG) kembali memanas di meja legislatif. Manajemen bank plat merah tersebut mengajukan usulan penyertaan modal sebesar Rp30 miliar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) dalam APBD 2027 demi membendung dilusi kepemilikan saham sekaligus mengejar kemandirian penuh operasional bank.

Dalam Rapat Kerja Pembahasan KUA-PPAS APBD 2027 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut pada Rabu (5/8/2026), jajaran Direksi BSG memaparkan bahwa posisi saham Pemprov Sulut telah tergerus dari 38 persen menjadi 36,63 persen. Penurunan porsi kepemilikan ini terjadi akibat agresivitas setoran modal dari sejumlah pemerintah daerah lain, seperti Pemprov Gorontalo, Pemkot Manado, Pemkot Tomohon, dan Pemkab Gorontalo Utara.

Selain mengamankan posisi pemegang saham pengendali, tambahan amunisi ini krusial untuk memenuhi ketentuan batas modal inti minimum sebesar Rp3 triliun. Hingga pertengahan 2026, modal inti BSG baru menyentuh Rp1,8 triliun—kondisi yang memaksa BSG masih menggantungkan diri pada skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama PT Mega Corpora.

"Jika modal inti sudah menembus Rp3 triliun, BSG dapat keluar dari skema KUB. Dengan demikian, kendali penuh bank daerah ini akan sepenuhnya kembali ke tangan pemerintah daerah," tegas Direktur Utama BSG, Revino Pepah.

Kinerja Keuangan Positif di Tengah Bayang-Bayang NPL

Di balik kebutuhan tambahan permodalan, kinerja keuangan BSG sepanjang Semester I 2026 mencatatkan tren positif. Bank kebanggaan warga Nyiur Melambai ini optimistis mampu menyetorkan dividen sebesar Rp84 miliar hingga Rp85 miliar untuk Pemprov Sulut pada tahun 2027, atau tumbuh 5–6 persen secara tahunan (year-on-year).

Meski demikian, manajemen tak memungkiri adanya tantangan operasional. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) BSG tercatat mengalami kenaikan hingga ke posisi 3,9 persen.

Penyebab utama lonjakan NPL ini dipicu oleh dua faktor mendasar:

  • Pergeseran Kredit ASN: Dampak pengalihan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kota Gorontalo ke bank lain.

  • Dinamika Penyaluran KUR: Kerentanan pada segmen mikro dan super mikro dari total alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp160 miliar pada tahun ini.

Banggar DPRD Selektif, Skema Reinvestasi Mengemuka

Menanggapi permintaan tersebut, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut menegaskan tidak ingin terburu-buru. Anggota Banggar, Toni Supit, mengingatkan agar alokasi penyertaan modal tidak sampai mengorbankan anggaran pembangunan infrastruktur publik. Ia mendorong BSG lebih ekspansif menyalurkan KUR ke sektor produktif—seperti petani, nelayan, dan UMKM—sambil menagih transparansi pengelolaan dana CSR serta alokasi tantiem.

Sebagai titik temu atas keterbatasan APBD, anggota DPRD Louis Carl Schramm melontarkan opsi skema reinvestasi. Ia mengusulkan agar perolehan dividen daerah yang mencapai Rp79 miliar dimanfaatkan kembali (reinvest) sebagai penyertaan modal untuk menahan laju dilusi saham.

Ketua Komisi II DPRD Sulut, Inggried J.N.N. Sondakh, menegaskan bahwa keputusan investasi keuangan daerah wajib mengedepankan analisis kalkulatif terkait return on investment (yield) dan dampak riilnya bagi masyarakat.

"Keputusan tidak diambil secara tertutup, namun harus berbasis kajian matang dengan memperhitungkan kapasitas fiskal daerah dan kemanfaatannya bagi publik," ujar Inggried.

Direksi BSG menyatakan siap menyerahkan dokumen kajian tertulis komprehensif terkait proyeksi bisnis dan dampak finansialnya. Ketetapan akhir atas usulan suntikan modal Rp30 miliar ini dijadwalkan akan dibahas di tingkat fraksi sebelum dibawa ke sidang pengesahan DPRD Sulut.

"Usulan penyertaan modal tersebut selanjutnya akan dibahas mendalam di tingkat fraksi sebelum DPRD Sulawesi Utara menetapkan keputusan resmi," pungkas Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen.

  • Site Comments
  • Facebook Comments

0 comentários:

Posting Komentar

Item Reviewed: Kepemilikan Saham Terancam Tergerus, BSG Minta Suntikan Modal Rp30 Miliar ke Pemprov Sulut Rating: 5 Reviewed By: admin