MANADO,FokuslineNews– Suasana Ruang Paripurna DPRD Sulawesi Utara di Kairagi mendadak dinamis pada Senin (13/4/2026). Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo) Sulut menjadi pusat perhatian dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.
Di hadapan Panitia Khusus (Pansus) yang dipimpin Razky Mokodompit, Kepala Dinas Kominfo Sulut, Zainuddin Hilimi, tampil lugas menjawab rentetan kritik pedas anggota legislatif terkait kualitas infrastruktur digital di Bumi Nyiur Melambai.
Menjawab keluhan soal lemotnya jaringan di beberapa instansi, Zainuddin menjelaskan bahwa pihaknya kini menerapkan sistem pengadaan internet berbasis kebutuhan riil, bukan sekadar asal pasang.
Manajemen Volume: Pengisian kapasitas internet di tiap SKPD kini disesuaikan dengan volume data masuk dan keluar secara spesifik.
Stabilitas Rapat: Kominfo menjamin koordinasi virtual pemerintahan tak lagi terganggu dengan mewajibkan penggunaan akun Zoom Premium. "Kita pastikan koneksi stabil dan tidak ada lagi cerita rapat terputus di tengah jalan," tegas Zainuddin.
Satu hal yang mencuri perhatian adalah langkah berani Kominfo dalam mengatasi wilayah blank spot. Mengingat topografi Sulut yang menantang, Zainuddin mengungkapkan bahwa kabel provider konvensional bukan lagi satu-satunya tumpuan.
"Kami mewajibkan rekanan menggunakan teknologi satelit Starlink untuk wilayah yang sulit dijangkau kabel. Targetnya jelas: seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terkoneksi tanpa hambatan, di mana pun lokasinya," ungkapnya.
0 comentários:
Posting Komentar