MANADO – Komitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kembali dibuktikan oleh jajaran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara. Memasuki Masa Persidangan Kedua tahun 2026, delapan legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Manado secara serentak turun ke lapangan dalam agenda Reses I yang berlangsung sejak 28 hingga 31 Maret 2026.
Kegiatan konstitusional ini menjadi momentum krusial bagi para wakil rakyat untuk menjemput langsung "bola" aspirasi, mulai dari persoalan infrastruktur, kesehatan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan di berbagai titik Ibu Kota Provinsi.
Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Reynald Anter, mengawali pergerakan dengan menemui warga Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil. Di hadapan warga, Royke mencatat persoalan krusial pascabanjir, terutama terkait sinkronisasi data penerima bantuan yang dinilai perlu perbaikan.
Selain itu, ia menyoroti kendala administrasi BPJS Kesehatan dan permohonan pendampingan sertifikasi tanah bagi warga. "Semua masukan ini kami tampung dan akan dikawal ketat, baik di tingkat Kota, Provinsi, hingga Pusat jika diperlukan. Intinya, harus ada solusi nyata," tegas Royke.
Di tempat berbeda, Ketua Fraksi Partai Gerindra, Louis Carl Schramm, menyapa konstituen di Kelurahan Tumumpa I. Isu infrastruktur menjadi primadona, di mana warga meminta pengaspalan akses jalan menuju pekuburan. Menariknya, Louis juga membawa kabar baik mengenai penguatan ekonomi melalui rencana pembangunan gerai Koperasi Merah Putih hasil koordinasi dengan pemerintah pusat dan dinas terkait.
Pendidikan dan Drainase Jadi Sorotan Srikandi Dewan.Sisi pendidikan menjadi fokus utama Paula Runtuwene. Srikandi Partai Nasdem yang duduk di Komisi IV ini melakukan kunjungan maraton ke SMK 1, SMK 9, dan SMA 4 Manado. Ia berdialog intensif mengenai pemenuhan sarana prasarana sekolah, kebutuhan guru, hingga dukungan bagi siswa berprestasi.
Senada dengan itu, dua Srikandi PDI Perjuangan, Iren Golda Pinontoan dan Jeane Laluyan, juga bergerak aktif. Iren menyisir Kelurahan Meras, Mapanget Barat, hingga Lawangirung untuk memetakan persoalan sosial dan layanan kesehatan. Sementara Jeane Laluyan fokus pada wilayah Titiwungen dan Malalayang, menekankan pentingnya perbaikan drainase untuk antisipasi banjir dan penyaluran bansos yang tepat sasaran.
"Reses adalah kewajiban moral. Suara masyarakat Manado adalah prioritas utama kami untuk diperjuangkan dalam rapat paripurna," ujar Jeane.
Respons Cepat Terhadap Infrastruktur. DasarLegislator PKS, H. Amir Liputo, yang menggelar reses di kawasan Sospol, Tuminting, menerima banyak keluhan terkait kebutuhan air bersih untuk rumah ibadah serta normalisasi Sungai Mahawu dan Sungai Bailang.
Sementara itu, Royke Roring yang turun di Kecamatan Malalayang dan Paal IV, serta Youngkie Limen (Fraksi Golkar) yang menyambangi Dendengan Dalam, mencatat bahwa isu kesehatan dan perbaikan jalan lingkungan masih menjadi aspirasi dominan yang diharapkan warga segera tuntas.
Seluruh aspirasi yang terjaring selama empat hari ini tidak hanya akan berakhir di catatan. Ke-8 anggota dewan tersebut berkomitmen merangkum semua usulan dalam laporan resmi yang akan dibawa ke meja eksekutif melalui Rapat Paripurna DPRD Sulut.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan program kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada tahun berjalan benar-benar berbasis pada kebutuhan riil masyarakat di akar rumput.(ADVETORIAL)




0 comentários:
Posting Komentar